UGM NOW

Smartcity Transportation in Solution

Negara berkembang dengan kondisi alam tropis memiliki cuaca rata-ratanya adalah 30 derajat dan cukup panas dan gerah. Dengan traned negara berkembang lebih sennag dengan ego sebagai suatu pamor kehormatan, memiliki kendaraan adalah suatu prestise atau kebanggaan ditambah budaya masyarakat yang notabene lebih memilih sifat individu lebih ditonjolkan akan berdampak pada makin padatnya lalu lintas di seluruh jalan di Indonesia.

Kondisi diperparah dengan makin cepatnya era teknologi dengan munculnya gadget membuat fenomena baru yaitu ojek online dan taksi online dan akan berkembang sistem yang mengarah pada kegiatan yang serba online dan cepat. Dampak dari menjamurnya ojek online dan taksi online justru sebuah pemaksaan jalur atau jalan menjadi semakin padat dengan tumbuh kembangnya pengguna ojek dan taksi online.

Kepadatan ini tidak akan mudah teratasi jika pihak pengambil kebijakan tidak secepatnya mengambil suatu terobososan untuk memaksimalkan pengguna atau pemakai moda transportasi publik. Kendala yang paling nyata kendaraan publik adalah merosotnya tingkat pengguna bus umum dan semakin maraknya orang menggunakan kendaraan pribadi atau pelayanan transportasi online.

Sebagai alternatif Trans Jakarta memiliki suatu lajur kusus yang dapat memberikan pelayanan waktu lebih baik dibandingkan dengan moda transportasi kendaraan pribadi atau taksi. Serta tingkat keselamatan dan keamanan sebagai kunci kedua setelah lajur kendaraan bebas dari kendaraan pribadi. Alternatif lain adalah disamping penyediaan pelayanan umum berupa BRT (Bus Rapid Transit) juga bisa mengandalkan MRT dan KRL atau Kereta Commuter Indonesia yang memiliki lajur dan jalur kusus tidak akan terhambat dan terganggu dengan bersinggunggan atau tidak.

Nah Jogjakarta sebenarnya bisa dikembangkan jalur Kereta (trem) tengah kota dengan mengambil jalur diatas sungai Code dan Winongo disamping tidak ada pembebasan lahan juga berfungsi mempercantik kota. Dapat juga difungsikan trem dapat berupa bus atau kereta dengan mengambil jalur dipinggir jalan dengan arah berlawanan dengan jalur kendaraan.

Berbagai pusat studi transportasi di negara ini berkembang pesat permasalahan umum yang didapat adalah :

  1. Budaya masyarakat (gensi, dan kebanggan memiliki kendaraan pribadi untuk ke kantor dan dinas luar)
  2. Jalur kusus yang belum ada (hanya trans Jakarta)
  3. Tidak adanya pembatasan jumlah kendaraan
  4. Belum ada Aturan yang mempersulit kendaraan pribadi dan kemudahan kendaraan umum

Disamping diatas adalah kelangkaan kendaraan publik, ya salah satu penggerus utama adalah tingkat ekonomi masyarakat yang semakin tinggi sehinga mampu membeli baik secara kredit atau tunai kendaraan pribadi. Kurang nyaman dan tepat waktunya kendaraan publik sebagai salah satu orang nggak mau menggunakan kendaraan umum, tidak pastinya bus berangkat dan tiba.

Smartcity Transportasi pelayanan bus tanpa ada jalur kusus sepertinya sangat sulit untuk memberikan solusi secara cepat dan efisien, cara lain adalah penggunakan trem dan kereta ditengah kota yang memiliki jalur kusus. atau Bus umum yang punya lajur kusus, maka smartcity tranportasi akan mudah di realisasikan.

Sumber artikel : kangpoer  photo by youtube