UGM NOW

Ojek Online Sebuah Core Digital Aksesibilitas

Ojol atau Ojek Online saat ini demikian menguasai dinamika dari sektor transportasi darat baik itu mobilitas manusia, barang dan makanan dapat di mudahkan dengan ojek online.

Ojek Online saat ini memberikan kemudahan bagi pengguna dalam hal kirim barang dari yang kecil, ringan sampai yang sangat berat atau pindah rumah dapat dilayani. Mau kirim surat berhargapun tidak harus pakai kurir saat ini. Bahkan generasi milenial lebih malas untuk keluar rumah atau ruangan dengan alasan panas, macet dan lain-lain

Saat ini kondisi jalan raya hampir sebagian besar didominasi pengguna ojek online hampir di sudut-sudut jalan atau rumah makan selalu kita temui ojek online. Saya dahulu tidak membayangkan betapa dasyatnya gerusan ojek online ini. Terbukti Trans Jogja saat ini banyak kehilangan pelanggan atau penumpanya karena lebih senang menggunakan ojek online lebih mudah dan cepat dan efeisien.

Rumah makan juga dimudahakan atau diuntungkan dengan kehadiran ojek online ini, walau yang datang diwarung tidak seramai sebelum era startup atau era digital namun justru omsetnya makin banyak karena sebagian besar pembeli justru memesan dengan aplikasi online.

Terdampak sangat terasa adalah kondisi jalan raya semakin sesak oleh ribuan kendaraan dari ojek online yang lalu lalang menghantarkan penumpang, makanan atau kiriman paket dekat. Saat jam-jam genting yaitu jam sibuk saat makan siang ojek online adalah dewa penyelamat bagi ribuan orang-orang yang memesan makan siang melalui aplikasi online.

Aksesibiltas lain adalah kita tidak perlu membawa uang secara cash ada sebagian aplikasi ojol sudah menggunalan walet yaitu sistem uang digital yang tentu saja sistem ini berdampak cukup signifikan terhadap keberlangsungan bank-bank konvensional saat ini. Karena ada retail – retail yang dapat mengisi uang digital dio counter-counter yang tersebar dimana-mana. Bahkan untuk naik Transjogja bisa menggunakan uang digital.

Bank konvensional harus banyak belajar bagaimana mensikapi kemajuan teknologi di era startup ini, harus pintar menggandeng dan kerjasama dengan stratup-startup yang terkait dalam bidang-bidang yang harus di gandengnya, sehingga metamorfosis bank dapat dijalanakan secara proses yang matang dan efisien.

Ojek Online juga sebuah bank pasar kerja yang menghimpun dan memberikan ribuan lapangan pekerjaan baru yang punya counter HP, tukang pijet, tukang pemebrsih rumah, tukang cuci dan amsih banyak lagi dapat dikerjakan hanya dengan sekali sentuh, semua sudah dapat dilayani oleh rajanya aplikasi, ehm bukan pak Ndul tentunya yang ahlinya ahli.

Efek dari makin mudahnya segala aksesibilitas ini dikerjakan dengan aplikasi semkain malas generasi milenial dengan malas olah raga, malas keluar rumah, malas mengerjakan keperluan pribadi, bahkan urusan membaca buku juga semakin banyak yang enggan, mereka lebih sennag langsung bertanya pada core of the core mbah google.

Buku saat ini ibarat barang yang dipandang sebelah mata yang dijajakan nggak laku oleh tergerusnya era digital. Orang lebih senang membaca buku secara online, coba lihat berapa banyak saat ini yang membaca koran yang disediakan ditempat umum tidak lebih hanya berkisar 2 atau 3 orang saja. Saya menmgamati sebelum era android datang yang membaca koran begitu banyak malah berjubelan saat ini lihat saja ruang baca korang sepi peminat yang baca. Semoga bermanfaat artikel ini (artikel by kangpoer photo by winstarlink)